|
When we pray, GOD hears more than we say, HE answers more than we ask, HE gives more than we imagine,
but.... In His own time, In His own way!
So keep faith!! |
|
|
Tuhan, bantu aku membentuk anakku menjadi orang yang berhati bersih, yang bertujuan hidup tinggi; seorang anak yang akan mengatur dirinya sendiri sebelum ia mengatur orang lain. Anak yang berusaha meraih masa depan, tetapi tidak pernah melupakan masa lalu. Amin
Douglas Mac Arthur |
|
RBC 3 Agustus 2011 : Baca: Yosua 1:1-9 . . . seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. —Yosua 1:5
Terkadang saya malu dengan doa-doa saya. Terlalu sering saya mendengar diri saya mengucapkan ungkapan basa-basi yang lazim, dan bukan doa yang lahir dari interaksi yang akrab dan sepenuh hati. Salah satu ungkapan yang mengusik saya dan yang saya pikir mungkin menyakiti Allah adalah, “Tuhan, tinggallah bersamaku.” Dalam Kitab Suci, Allah telah berjanji bahwa Dia tidak akan meninggalkan saya.
|
|
Yesaya 38:1-8
“Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi ....” (Yes. 38:5)
Banyak orang menghadapi hari-hari terakhir hidupnya dalam ketakutan. Terlebih lagi mereka yang menderita sakit yang serius dan mungkin tak dapat disembuhkan. Wajar bila orang yang mengalami hal seperti ini mengalami kesepian, merasa tak berdaya, dan meratap. Bukan hanya orang biasa yang mengalaminya sebab ternyata Raja Hizkia pun mengalami ketakutan menghadapi kematian. Padahal ia menjalani hidupnya sesuai dengan kehendak Allah.
|
|
Matius 6:9–13
“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya ....” (Mat. 6:11)
Jakarta pernah mengalami krisis susu kaleng. Banyak orang pergi ke pasar swalayan dan memborong susu sebanyak-banyaknya. Seorang ibu mendapat pertanyaan “Apakah ibu tidak ikut-ikutan memborong?” Ibu ini dengan rendah hati menjawab, “Bagaimana mungkin saya harus memborong hanya karena khawatir? Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak mampu membeli satu kaleng pun? Bukankah mereka akan jauh lebih khawatir dari saya? Bukankah mereka lebih menderita dari saya?”
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |